Jumat, 04 Desember 2015

Manusia dan Kepentingan- kepentingannya

 
favim.com

Di suatu sore yang kebetulan ibukota sedang dibungkus mendung.

                Saya dan seorang teman duduk di kursi- kursi di depan sebuah tempat nongkrong kecil di Jakarta. Menunggu seseorang untuk keperluan wawancara. Bukan, kami bukan reporter bayaran stasiun tv ataupun radio manapun. Kami adalah mahasiswa baru yang sedang semangat- semangatnya mendaftar salah satu ukm di kampus. Sebenarnya yang mendaftar saya, teman yang duduk di samping saya hanya menemani. Kebetulan tugas oprecnya adalah wawancara salah satu tokoh mahasiswa kampus. Dan saya sangat menyukai tugas seperti itu.

                Beberapa saat kami menunggu akhirnya kakaknya- yang akan kami wawancarai- itu datang. Menyapa teman- temannya yang kebetulan ada di kursi- kursi sebelah kami. Lalu menyapa kami. Duduk. Wawancara yang lebih tepatnya bincang- bincang antara kami dimulai.

Kata pertama yang keluar dari mulut adalah perkenalan diri saya yang segera dipotong oleh beliau dengan “ iya, sudah tau kok, sudah tau” dan kami langsung tertawa tanpa negosiasi. Detik itu satu kesimpulan yang dapat saya ambil bahwa orang hebat selalu bisa memulai suasana dengan keren. Saya dan teman saya selanjutnya larut dalam perbincangan seru kali itu. Saya melontarkan banyak sekali pertanyaan dari personalnya hingga kesibukannya. Dari yang pertanyaan sangat penting sampai pertanyaan ‘mas, merasa popular?’ pun tak luput dari rasa penasaran saya bertanya.
 
catatanku-amelia Blogger Template by Ipietoon Blogger Template