Kamis, 05 April 2012

Rohis oh Rohis


                Ini ceritanya aku lagi nunut (ikut) ndengerin apa yang kakakku dengarkan.Nasyid-nasyid islami sebangsa Edcoustic lebih tepatnya~ seharusnya aku saat ini belajar untuk sebuah perang yang aku hadapi esok (UTS woiiii ) tapi entah mengapa ada sesuatu yang rasane ki ngganjel ngganjel (ganjil-ganjil) hingga membuatku berhenti sejenak dari buku untuk sebentar selingkuh dengan microsoft word -__- .Dan tugasku sekarang adalah mengatakan kepada mu, kamu dan kamu tentang keganjelan (ngganjel=ganjil, keganjelan=keganjilan)yang kumaksud, keganjelan setelah aku ndengerin lagu-lagu islami~
                Aku jadi keinget ROHIS!!!!!! Aku jadi keinget betapa dulu aku sangat sangaaaaattt berambisius masuk rohis, aku banyak cari info tentang pendaftaran rohis, tanya sana sini, hingga aku ikut tes masuk rohis, aku sedemikian mantapnya! Dan saat tes aku benar-benar yakin aku bisa, lebih optimis dari MPK waktu itu.Lalu pengumuman siapa yang ketrima pun ditempel di dinding mushola, dan apa?-
-
-
-
Namaku nggak ada disitu-fine T.T dikelasku, yang cewe yang diterima cuma 1, padahal yang daftar cuma 2, dan itu temenku yang ketrima dan aku yang menjadi orang termalang yang ngga ketrima rohis T.T seolah kesannya ki kayak aku dan temenku itu adalah 2 aliran berbeda, seolah aku hanya pengen melu-melu, dan wajar kalo ngga ketrima.Tega kan T.T cukup..kaget, ada rasa ra trimo aja T.T aku dikelas nangis itu T.T sekar, hilda, indah, cha-cha pada jadi saksinya, hingga pada bilang ‘uweslah mel, mung ra ketrimo rohis we, koe kan uwes MPK, sesuk isih ana SE, isih ana Ambalan, organisasi ki ora mung rohis mel’ dan tau nggak apa jawabanku? ‘lha ket biyen ket aku isih SMP, cita-citaku SMA ki iso masuk rohis T.T, aku pengen masuk rohis, po yo aku ki emang ra wangun iso masuk rohis?’ bisa bayangin kan betapa aku...cukup berada dalam keadaan m.i.r.i.s waktu itu.
                Well kenapa sih aku sedemikian pengennya dulu? aku pengen berada dalam lingkungan rohis, emang.Aku pengen ikut kegiatan rohis, aku pengen ikut bersih-bersih masjid, aku pengen ngumbahi (nyuci/wash) mukena mushola, aku pengen ikut semacam liqo ( grup beberapa orang yang punya seorang guru lalu diskusi bersama)-aku pernah pengen ikut itu (liqo) dan udah bilang sama mb hega, katanya boleh, ikut aja.Tapi dikarenakan aku itu udu rohis, ada sedikit rasa minder hingga aku mengurungkan niatku :/
                Dan kini rohis tinggal cerita~ aku bukan rohis dan aku tetap nggak bisa ‘sama’ dengan mereka.Aku ngerasa aku nggak ada hak buat berlama-lama di mushola, aku ngerasa...aku ngerasa memang ‘o ya, rohis nggak mau punya orang semacam aku’ . Mungkin aku memang nggak kalem, ilmu agamaku ngga sepintar mereka, tapi aku ingin masuk rohis karena aku ingin belajarrrr.Dulu aku berfikir yang diterima rohis hanya mereka orang-orang kalem, orang-orang yang hafal banyak surat, orang-orang yang...dan aku ngga ‘sama’ dengan mereka, nyatanya masuk rohis pun aku nggak bisa.Pernah berfikir, coba kalo aku itu rohis, pasti aku lebih terjaga untuk ngga sebegitu alaynya seperti sekarang, pasti aku lebih kalem malu-malu, pasti...pasti apa? Dan sayangnya semua itu ngga terjadi.Lalu sekarang aku mulai terbiasa hidup dan bergaul dengan teman-teman ‘bukan rohis’, aku punya MPK, punya SE, aku bangga menjadi bagian dari mereka, mereka baik dan mereka menerima aku.Dan aku rasa mungkin ini akan berlanjut hingga nanti.Aku bukan rohis, dan berarti aku nggak bisa mencapai cita-citaku dulu.Pernah sih pengen mencoba rohis tahun depan, tapi katanya mau diprioritaskan buat adek kelas nantinya.Luweh aku wes ra pengen, yang namanya ‘nggak pantes rohis’ selamanya tetap nggak pantes mel, rasah kakean ngarep mel T.T
               

1 komentar:

 
catatanku-amelia Blogger Template by Ipietoon Blogger Template