Selasa, 14 Februari 2012

karena kita mengenal aturan :)


Postinganku yang kemaren itu sebenarnya hanyalah curhatan-I just say what I want to say- , tapi setelah aku posting dan aku minta pendapat Hilda, Hildanya bilang
                “Mel, bukannya aku membela mereka, tapi apa yang kamu permasalahkan itu hanya sebuah masalah sepele.Akupun pernah merasakan hal seperti itu, lebih parah malahan, dan masalah yang kamu hadapi itu sangatlah tak pantas disebut masalah.Seharusnya kamu mel yang harus memikirkan apa dampak kedepannya jika kamu posting seperti itu.Koe ki cah gedhe mel”
                Blablabla dan akhirnya setelah menimbang perkataannya Hilda dan juga ingat akan perkataannya Mas ** kalo-Wong urip ki duwe aturan- akhirnya kuputuskan auntuk menghapus postingan itu.
                Dan aku baru sadar kalo mengekspresikan diri itu memang hak asasi tapi dengan keterangan bahwa kita itu hidup didunia ini nggak sendiri.Kita memang boleh bicara ini itu, waton bacot apalagi di blog pribadi yang bebas kita buat seperti apa.Tapi kita nggak tau bagaimana respon orang ke kita.Mungkin ada yang berfikir kita ini kreatif dalam hal ekspresi tapi sangat mungkin juga orang akan menganggap kita ini orang yang nggak mengenal aturan.Dulu aku menganggap benar prinsip “ini blog gue ini aturan gue” atau “suka suka gue, loe nggak suka? Silakan pergi!” Tapi ternyata itu nggak banget buat manusia sosial apalagi pelajar satu SMA semacam diriku.Aku harus lebih selektif dengan what I want to say.Mulut kita, tulisan kita, bahasa kita itu mencerminkan siapa kita.Dan aku nggak selayaknya terlalu bebas dalam mengekspresikannya.Karena apa? Karena wong urip ki duwe aturan.Dan seharusnya aku menyikapi dengan positif masalah yang aku hadapi, apalgi hanya masalah sepele yang katanya Hilda samasekali nggak pantes disebut masalah.Menyikapinya dengan lebih dewasa, bukannya memperkeruh masalah dengan kelabilanku.Aku ini manusia dan aku ini seorang perempuan.Memang aku sedang berada dalam ke-labil-an stage.Tapi kapan ke-labil-an itu akan berakhir jika aku tak pernah berusaha untuk menjadi dewasa? Kita mendapat masalah semata agar kita belajar menjadi dewasa karenanya.
                Dan akhir kata terimakasih kepada Hilda, temanku yang telah meingatkanku disaat aku salah.Terimakasih kepada Mas ** atas perkataan atos yang kini malah jadi prinsipku, ya! Wong urip ki duwe aturan! Dan maaf kepada pihak pihak yang merasa tersinggung dengan postinganku kemaren.
                Dan labil bukanlah menjadi alasan untuk kita menjadi orang yang tak mengenal aturan :)

1 komentar:

 
catatanku-amelia Blogger Template by Ipietoon Blogger Template